Modifikasi klise

23 Jul

Heavy as shit but still way cooler than your I-pod [Say anything, 1989]

“Everything has been done, nothing is original anymore.”

yeah, ok.

“Everything is a cliche, nobody’s doing anything interesting.”

There’s still hope dude.

Modern romantic comedy adalah salah satu genre yg paling di sebalkan kebanyakan laki-laki, [termasuk saya juga] karena cerita yg penuh klise, terlalu safe dan sepertinya tidak ada progres yg bermakna. Film drama/action/sci-fi selalu evolve atau berubah dengan jaman, genre-genre itu masih bisa memberikan kejutan dan mempunyai visi yg unik. ‘Progres’ di genre modern romantic comedy [Apalagi versi hollywood] adalah pemeran lakinya tambah lebih cakep dari pemeran perempuan, better haircuts, better plastic surgery, better botox, everything to do with looks is better but the story is still crap and full of cliche.

Padahal film-film romantic comedy di era klasik seperti ‘His girl friday’, ‘It happened one night’ dan ‘The apartment’ termaksud ground breaking ketika pertama kali muncul. Scriptnya sangat pintar, lucu menyentuh dan ada relevansi dengan realita di jaman mereka. Modern romantic comedy, karena terlalu safe dan ‘warm’ sudah tidak punya relevansi berarti di dunia nyata karena cerita yg mereka buat sepertinya terlalu di buat-buat. Sepertinya mereka kehabisan ide baru sehingga cerita yg di bikin di ulang-ulang sehingga menjadi klise.

Ada satu film rom-com yg sepertinya penuh dengan klise tetapi setelah di tonton ternyata dengan pintar memutar balikan klise-klise itu sehingga filmnya lebih unik dan spesial, ‘Say anything’. Tentunya kalau yg buat Cameron Crowe, dia tidak mau mengikuti peraturan-peraturan klise. Sebagai film perdananya, Cameron mau membuat statement bahwa dia bukan penulis/sutradara biasa, bahwa dia mempunyai style unik sehingga membuat dia beda dari yg lain. Dan dia berhasil membuktikan itu.

Karakter utama yg di perankan Lyod dan Dianne bukan karakter klise high school. Lyod seorang outsider tetapi bukan seorang ‘nerd’ atau ‘geek’ yg loser, di film high school comedy di era ’80an kalau karakter anda outsider dia otomatis menjadi geek atau nerd. Lyod seorang outsider tetapi dia mempunyai teman-teman yg ‘cool’, dia mempunyai obsesi tidak sehat dengan kick boxing, dia tinggal bersama kakaknya yg sudah punya anak. Sementara Dianne bukan cewek popular di sekolah yg mempunyai semua hal. Malahan dia yg uber-geek walaupun dia cantik, justru dia yg lebih canggung ketika musti bersosialisasi.

Salah satu scene favorit saya ketika Lyod ke rumah Dianne untuk menjemput dia untuk first date, Bapaknya Dianne memperhatikan Lyod dengan sinis. Biasanya di film-film lain, Bapak selalu interogasi si cowok dengan galak untuk membuat situasi menjadi awkward tetapi di ‘Say anything’, Lyod tiba-tiba melakukan ‘serangan’ duluan dengan berbicara,“Look, I know you’re busy. You don’t have to entertain me. But you can trust me. I’ll tell you a couple of things about myself. I’m 19. I was overseas for a couple of semesters and now I’m back. I’m an athlete so I rarely drink. Kickboxing. You ever hear of kickboxing? Sport of the future? I can see by your face, no. My point is you can relax because your daughter will be safe with me for the next 7-8 hours sir.”

Brilliant.

‘Say anything’ juga mempunyai hubungan unik di keluaraga Lyod. Biasanya hubungan antara karakter utama dengan orang tua biasanya di kategorikan menjadi tiga. 1)  Orang tua komplit tetapi mereka berdua tidak bahagia 2) Orang tua cerai 3) Salah satu dari orang tua meninggal.

Lyod tidak tinggal dengan orang tua, dia tinggal dengan kakaknya yg sudah punya anak. Ini membuat cerita dan karakter Lyod menjadi lebih unik karena gambaran ini tidak biasa, juga karena hubungan keluarga Lyod yg beda  membuat karakter Lyod sedikit aneh dan tidak familiar.

Lyod juga suka berbicara banyak, di peraturan screenplay karakter yg terlalu banyak berbicara akan membuat film menjadi membosankan atau too much exposition. Tetapi karena sifat dan karakter Lyod seperti itu dan John Cusack memainkan perannya dengan meyakinkan, di bantu oleh tulisan Cameron Crowe yg lucu. Penonton menerima itu dan malah itu menjadi  salah satu karisma Lyod yg tidak konvensional.

Jadi jika anda menulis screenplay, cobalah untuk merubah hal-hal kecil yg biasanya seperti klise karena itu akan membuat karakter dan cerita anda lebih beda. Memang membuat screenplay 100% original sudah hampir tidak mungkin, tetapi membuat cerita anda lebih unik dengan memodifikasi klise masih sangat bisa di kerjakan.

tintascreenplay.com

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: