Kekuatan kebencian

15 Oct

(Hate, 1995)

Kadang-kadang sebuah film bisa menjadi suatu karya yg sangat powerful sehingga membuat kontroversi menggemparkan di suatu negara atau tempat.   ‘La Haine’ (yg artinya benci) dengan tidak kompromi membuat suatu statement yg menggegerkan Perancis sampai membuat pemerintah Prancis ketakutan sehingga perdana menteri Prancis memerintahkan seluruh kabinetnya untuk menonton film ini.

‘La Haine’ bercerita tentang tiga orang sahabat yg berasal dari etnis berbeda; Vinz seorang Yahudi, Hubert seorang Afrika dan Said seorang Arab yg besar di tempat kumuh atau ghetto project di pinggiran kota Paris. Tiga kawan ini besar di perumahan kumuh orang-orang imigran yg kebanyakan bekerja sebagai kaum buruh. Kemiskinan, rasa keasingan, pengganguran dan rasa frustasi sudah menjadi hal yg biasa di antara anak-anak muda di project.

Project atau tempat tinggal mereka sedang mengalami ketegangan karena beberapa hari sebelumnya teman mereka luka parah karena aksi brutalitas polisi di kerusuhan. Kita mengikuti perjalanan ketiga sahabat ini  nongkrong di sekitar project, pergi ke Paris dan berkonfrontasi dengan polisi. Jika anda  terpesona dengan visi romantis Paris yg klise, anda akan melihat sisi Paris yg sangat beda dengan film ini. ‘La Haine’ dengan berani menyuguhkan visi Paris yg tidak akan anda lihat di majalah, post card atau 99% di film lain. Project yg mereka tempatkan seperti dunia lain di mana keputusasaan  karena limitasi pendidikan dan kesempatan untuk meraih hidup yg lebih layak telah menjadi penyakit sosial yg tidak ada solusinya. Belum lagi tindakan represif polisi yg suka menteror mereka karena ras mereka yg beda dan menonjol.

Singkatnya, mereka tidak punya banyak harapan untuk masa depan.

Writer/director Mathie Kassovits bisa menangkap dan mencurahkan rasa keasingan anak-anak muda yg besar beda dengan kebanyakan orang-orang  Prancis lainnya  yg tidak mengerti atau peduli dengan mereka. Anak-anak muda di project bukanlah anak-anak kriminal atau liar, masalahnya adalah mereka tidak mempunyai apa-apa untuk bisa punya kontrol di kehidupan mereka. Tidak ada pekerjaan, edukasi dan prospek karena mereka telah di cap sebagai berandal karena umur, ras dan penampilan.

Bahkan Hubert seorang petinju yg selalu berpikir positif (di banding kedua sahabatnya) dan mempunyai sasana tinju, bermimpi untuk keluar dari project musti menelan pil kepahitan ketika sasana tinjunya hancur di kerusuhan. Sementara Vinz, lebih memilih garis keras dan ingin merasa di anggap, menemukan sebuah pistol dan dia mau menembak polisi. Sementara Said berdiri di tengah-tengah dan selalu menjadi moderasi untuk mendamaikan kedua temannya. Perjalanan mereka banyak sekali mencerminkan keadaan sosio-politik Perancis modern, di mana perbedaan kelas dan toleransi antara ras sudah mencapai titik mendidih dan itu semua akan menuju ke klimax yg tragis di akhir cerita.

Kassovits mengambil banyak tema-tema keasingan dari film-film Spike Lee atau film John Singelton ‘Boyz n the hood’ dan kultur hip-hop Perancis juga sangat kuat di film ini sehingga memberikan perspektif yg baru dan otentik . ‘La Haine’ juga sebuah film yg cukup stylish karena menggunakan framing dinamis, slow motion dan cinematography yg sangat elegan tetapi semua elemen ini mempunyai arti yg dalam, bukan semata-mata untuk pamer saja.

‘La Haine’ menggabungkan kecintaan Kassovits dengan american cinema (ala scorsese), hip-hop sensibility, street culture dan european artfulness sehingga membuat film menjadi sesuatu yg sangat unik. Raw yet familiar , stylish yet intelligent, entertaining yet philosophical, and never loses it’s sight; to show humanity at its best and despair. It’s simply why we watch great art.

Penggunaan black and white film bukan sekedar style saja tetapi sebagai deklarasi simbol di mana anda musti memilih di pihak mana anda berdiri?

In war you have to choose side.

tintascreenplay.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: