Kebenaran di kontradiksi

10 Nov

 

(The Godfather, 1972)

 

Apa yg membuat anda tertarik kepada sosok Vito Corleone ketika anda  melihat dia pertama kali di ‘The Godfather’? Mungkin anda merasa bahwa dia adalah orang penting? Mungkin akting Marlon Brando yg kalem dan tidak menonjol  memberikan aura orang penuh kuasa? Atau mungkin anda melihat orang tua yg sudah kelelahan dan tidak sabar untuk pensiun? Kalau saya….kucingnya.

Ada sesuatu yg sangat kuat dan unik ketika Vito Corleone mengusap-usap kucingnya sembari mendengarkan keluhan/permintaan Bonasera. Saya melihat orang yg lembut dan mempunyai kesabaran, saya melihat orang yg bijaksana dan tidak gampang terpancing emosi. Saya melihat orang tua penyayang binatang yg mempunyai perasaan dalam.  Saya tidak melihat bahwa dia adalah seorang strategis brilliant, saya tidak melihat bahwa dia adalah kepala keluarga mafia paling kuat dan di segani di New York, saya tidak melihat bahwa dia seorang pemimpin licik yg sangat sabar sehingga bisa menguasai the underworld. Ini yg membuat karakter Vito Corleone menjadi salah satu ikon karakter yg paling terkenal di sejarah perfilman, karena karakternya penuh dengan kontradiksi.

Salah satu kunci untuk mendesain karakter film unik adalah membuat karakter itu kompleks tetapi dapat di percaya dan salah satu caranya adalah dengan menggunakan kontradiksi. Kenapa kontradiksi? karena kontradiksi adalah kenyataan hidup. Kita semua mempunyai sifat atau sering melakukan hal yg kontradiksi, karena hidup bukan hitam atau putih. Karena hidup penuh dengan kompromi yg tidak kita sukai tetapi kita musti menghadapi itu demi untuk mendapatkan hal yg kita mau. Baik atau buruk, kontradiksi adalah  salah satu bagian kebenaran di dunia nyata.

Tidak ada yg lebih membosankan ketika menonton film yg mempunyai karakter-karakter yg 100% baik atau jahat dengan pesan-pesan moral yg menggurui. Ini membuat saya mual karena sikap ini sangat merendahkan penonton, memang karakter-karakter villain seperti Darth Maul atau Bane bisa di bilang dua dimensi karena mereka adalah supporting karakter tetapi jika di bandingkan dengan Darth Vader atau The Joker, mana yg lebih powerful? Tentunya Darth Vader dan The Joker karena mereka lebih kompleks dan penuh dengan kontradiksi. Karakter-karakter dua dimensi memang di perlukan sebagai pion dalam mekanisme cerita untuk membuat suatu statemen tetapi karakter-karakter utama musti mempunyi sifat yg unik untuk membuat cerita lebih kuat.

Indiana Jones mempunyai sifat yg kontradiksi, dia takut sama ular padahal dia di kenal sebagai seorang arkeologi yg suka berpetualang dan menghadapi banyak bahaya. Apakah kontradiksi ini membuat karakter Indiana Jones lemah? Sama sekali tidak, malah membuat karakter ini lebih hidup karena lebih nyata. Karakter Russel Crowe di ‘Body of lies’ penuh dengan kontradiksi. Dia adalah bos CIA, tetapi di mayoritas scene dia selalu melakukan hal-hal yg sangat domestik dan ‘normal’ seperti mengantar anaknya sekolah atau menonton pertandingan sepak bola anaknya sementara dia berdiskusi sengit dengan karakter Leonardo Di Caprio di hp untuk  mengatur strategi melawan teroris. Kontradiksi ini memberikan dimensi karakter yg unik karena apa yg dia lakukan sangat manusiawi dan biasa padahal pekerjaan di sangat tidak normal.

Penulis skenario film musti berani untuk membuat cerita yg jujur. Kejujuran itu di mulai dengan mendesain karakter yg kompleks dan manusiwai. Film yg bagus bisa terasa jujur, walapun dunia yg mereka ciptakan aneh, fantastis atau tidak familiar, tetapi melalui karakter – karakter yg lebih terasa nyata, cerita yg di sampaikan akan lebih efektif karena film bisa memperlihatkan kebenaran walaupun melalui kontradiksi.

tintascreenplay.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: