Tertawa di muka kiamat

30 Jan

Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964)

 

Film komedi yg betul-betul lucu menurut saya bukan saja hanya sekedar cerita komedi yg konyol/slapstick atau komedi ‘ringan yg menghibur’ tanpa arti. Film komedi yg ‘kena’ mempunyai pengertian tentang dunia nyata dan memperolokan itu untuk memperlihatkan bagaimana situasi dunia nyata ternyata sangat absurd dan sering tidak masuk akal. Setiap kali saya menonton ‘Dr. Strangelove’, saya selalu di ingatkan kenapa film ini adalah salah satu film komedi satirikal /black comedy terbaik sepanjang masa dan membuat film-film komedi jaman sekarang terasa cemen dan dangkal.

Stanley Kubrick membuat ‘Dr. Strangelove’ di era puncaknya perang dingin antara Amerika dan Soviet di tahun 1964. Tidak lama sebelumnya, Amerika dan Uni Soviet hampir membawa dunia ke perang nuklir karena insiden krisis misil di Kuba. Anda bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi warga negara Amerika di era masa itu, di mana paranoia perang nuklir sepertinya bisa terjadi setiap saat dan inflintrasi komunis ke Amerika selalu di jadikan alat propanganda yg ampuh untuk membuat rakyat Amerika ketakutan sehingga lebih patuh ke pemerintah. Sekarang bayangkan di saat-saat genting itu ada sutradara muda yg dengan yakin/pintarnya membuat film black comedy di mana perang nuklir akan terjadi dan malah memperolok semua itu?

Saya tidak bisa bayangkan betapa beraninya Kubrick untuk mengangkat isu yg sangat sensitive itu dan merubahnya menjadi sebuah komentar/kritikan pedas tentang orang-orang  berkuasa yg tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin sehigga malah menjerumuskan dunia ke ambang perang nuklir. Semua ini di lakukan dengan senyum yg mengejek tentunya.

‘Dr. Strangelove’ mengisahkan tentang komandan angkatan udara Amerika, Jendral Jack D. Ripper (Sterling Hayden) yg tiba-tiba menjadi paranoia dan memerintahkan armada pesawat bom B-52 yg sedang patroli di Eropa untuk menyerang Uni Soviet karena Ripper percaya orang-orang Soviet akan menyerang  Amerika melalui cairan tubuh. Seorang Kapten dari angkatan udara Inggris, Lionel Mandrake (Peter Sellers) mencoba untuk menggagalkan rencana gila itu. Di saat bersamaan, Presiden AS Merkin Muffley (Peter Sellers, dia lagi) dan kabinet penasihatnya – termasuk Jendral Buck Turgidson (George C. Scott) yg gila perang dan ilmuwan aneh Dr. Strangelove (Peter Sellers, yup dia lagi) yg bekas Nazi- mendiskusikan opsi lain dan mencoba untuk menenangkan Perdana Menteri Soviet yg sedang mabuk dan marah-marah. Duta besar Soviet, Alexi de Sadesky (Peter Bull) juga di undang rapat darurat bersama Presiden Muffley.

Drstrangelove2

PM Soviet membuka sebuah rahasia yg negara lain belum tahu bahwa Soviet sudah menciptakan Doomsday machine di mana jika salah satu kota Soviet terkena serangan nuklir, Doomsday machine otomatis akan menembakan misil nuklir ke seluruh dunia dan otomatis dunia akan hancur. Doomsday machine juga tidak bisa di matikan dengan segala cara.

Awalnya, Kubrick mencoba untuk mengadopsi cerita ini dari novel Peter George “Red Alert” sebagai film politik thriller yg serius tetapi ketika dalam proses penulisan screenplay Kubrick mencoba untuk merubah beberapa scene menjadi black comedy dan ternyata hasilnya jauh lebih powerful dan lebih kena. Kita seharusya tidak tertawa ketika menghadapi situasi serius seperti perang nuklir dan kiamat tetapi karena tonasi cerita ‘Dr. Strangelove di rubah menjadi satirikal membuat situasi lebih absurd dan konyol justru membuat kita tertawa karena walaupun konyol hal ini sangat mungkin bisa terjadi. Kubrick bukannya tidak menggangap perang nuklir serius tetapi poin yg dia sindir  adalah ‘orang-orang penting/penguasa’ yg penuh dengan sikap arogan, kebodohan, ketamakan dan punya agenda sendiri yg membuat keputusan tentang hidup-matinya manusia. Seperti kehidupan nyata kurang lebih.

Aktor Peter Sellers dengan brilliant memainkan tiga peran yg sangat bertolak belakang dari satu yg ke lain. Di salah satu scene pembicaraan telepon satu sisi paling lucu yg pernah saya lihat, Sellers sedang memerankan Presiden Muffley yg sedang mencoba untuk memberitahukan kabar buruk ke PM Soviet yg sedang mabuk. Di tangan aktor lain, scene ini mungkin tidak terlalu lucu tetapi di tangan Sellers yg sangat doyan improvisasi (dan memang di dukung oleh Kubrick) menjadi scene klasik. Sellers mencoba membawa berita buruk seperti seorang sahabat yg melindas anjing anda dan dia dengan gugup tidak tahu bagaimana memberitahukannya ke anda.

President Merkin Muffley: (to Kissoff) Hello?… Uh… Hello D- uh hello Dmitri? Listen uh uh I can’t hear too well. Do you suppose you could turn the music down just a little?… Oh-ho, that’s much better… yeah… huh… yes… Fine, I can hear you now, Dmitri… Clear and plain and coming through fine… I’m coming through fine, too, eh?… Good, then… well, then, as you say, we’re both coming through fine… Good… Well, it’s good that you’re fine and… and I’m fine… I agree with you, it’s great to be fine… a-ha-ha-ha-ha… Now then, Dmitri, you know how we’ve always talked about the possibility of something going wrong with the Bomb… The *Bomb*, Dmitri… The *hydrogen* bomb!… Well now, what happened is… ahm… one of our base commanders, he had a sort of… well, he went a little funny in the head… you know… just a little… funny. And, ah… he went and did a silly thing… Well, I’ll tell you what he did. He ordered his planes… to attack your country… Ah… Well, let me finish, Dmitri… Let me finish, Dmitri… (continued)

Sellers juga memerankan Dr. Strangelove sebagai ilmuwan eks Nazi aneh yg mempunyai obsesi untuk menyelamatkan perempuan-perempuan kulit putih sempurna untuk membuat ras Aryan yg ‘murni’ jika perang nuklir terjadi dan tangan kanannya sepertinya mempunyai pikiran sendiri untuk bersalut seperti Nazi di momen-momen yg tidak pas. Di film Kubrick, jarang sekali seorang aktor bisa mendominasi atau menjadi fokus utama tetapi Kubrick membiarkan itu karena dia tahu Peter Sellers adalah seorang aktor komedi jenius dan dia membiarkan Sellers untuk berimprovisasi semaunya dia.

Akting George C. Scott dalam memerankan Jendral Buck Turgidson juga menjadi salah satu karakter yg tidak terlupakan karena dia berhasil memerankan seorang Jendral yg doyan perang dan membenci komunis seperti seorang fundamentalis yg membenci seorang kafir. Kubrick sengaja melakukan 50-100 take untuk setiap adegan Jendral Buck Turgidson sehingga membuat George C. Scott frustasi dan seperti kehilangan kontrol karena sudah kecapaian tetapi di paksa terus oleh Kubrick. Dan itu memang yg Kubrick mau, menangkap momen di mana acting George C. Scott seperti orang setengah gila yg di bawah sadar seperti tema film ‘Dr. Strangelove’ itu sendiri.

‘Dr. Strangelove’ menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa karena mempunyai visi yg original dan eksekusi yg tidak ada cela. Steven Spielberg sendiri mengakui ini adalah salah satu film favoritnya dan gaya handheld camera style seperti kamera dokumenter yg Spielberg pakai di ‘Saving Private Ryan’ adalah inspirasi yg dia tiru dari ‘Dr. Strangelove’. Film-film kubrick selalu di tuduh sebagai film yg sangat dingin dan tidak intim dengan penonton tetapi jika dia bisa membuat penonton tertawa di muka kiamat bukankah itu menjadikan dia sutradara paling humanis dari semua?

 tintascreenplay.com

Advertisements

2 Responses to “Tertawa di muka kiamat”

  1. Timothy.S February 13, 2013 at 5:18 pm #

    Setuju ama reviewnya bang, buat saya, Dr.Strangelove itu film black-comedy paling kocak yang pernah saya tonton, paling ngakak pas adegan coca-cola, nice review bang.

    • joegievano February 13, 2013 at 6:26 pm #

      thank u. makanya saya engga pernah percaya kalo kubrick di bilang dingin, rasa humornya tinggi banget kok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: