6 alasan kenapa kita suka zombie

30 Sep

 

Zombie….the undead…..the walking dead….mahluk tanpa jiwa yg hidup selamanya, bentuk mereka manusia tetapi mereka bukan manusia. Mereka dulu manusia tetapi sekarang hidup untuk memakan manusia. Kenapa belakangan ini popularitas zombie meningkat terus? Dari serial TV dan komik ‘(The Walking Dead’), games (‘Left 4 dead’, ‘Resident Evil’), film (‘World War Z’, ‘28 days later’, ‘Dawn of the dead’, ‘Shaun of the dead’, ‘Zombieland’, ‘Rec’) dan buku (‘Pride and Prejudice and Zombies’, ‘The reapers are the angels’, ‘World War Z’), penetrasi cerita tentang zombie di berbagai media di pop culture menyebar seperti layaknya virus zombie itu sendiri, pelan-pelan tapi pasti.

Jika popularitas cerita tentang vampire atau sihir/magic mengalami pasang surut karena fase popularitas yg sesaat. Popularitas zombie selalu konsisten malah merambat naik. Sepertinya memang ada sebuah indikasi menarik kenapa kita suka cerita dimana manusia menjadi santapan zombie.

 

1. Hero biasa

Salah satu yg membuat cerita zombie menarik adalah mayoritas karakter-karakter utama di cerita zombie adalah manusia biasa yg terpaksa berada di situasi yg luar biasa. Mayoritas  cerita zombie bukan tentang seorang super spy ala James Bond yg musti menyelamatkan dunia atau super hero yg memiliki kekuatan dahsyat atau karakter-karakter yg memiliki keistemewaan yg berlebihan sehingga karakter mereka lebih kena dengan penonton. Memang film-film seperti ‘Resident Evil’ mempunyai hero yg memiliki kekuatan luar biasa tetapi esensi utama cerita zombie selalu fokus ke karakter-karakter normal yg sebelum serangan zombie menjalani kehidupan normal sehingga penonton/pembaca mempunyai ikatan emosional yg lebih tinggi karena mereka mempunyai kerapuhan/kelemahan yg tidak beda jauh dengan kita dan sepertinya mereka tidak mungkin selamat melawan zombie sehingga kita lebih simpati dengan hero-hero di cerita zombie.

 

2. Tidak ada yg mau mati dan bangun menjadi zombie

Menjadi zombie mempunyai akhir yg lebih mengerikan karena jika anda berubah menjadi zombie, anda tetap hidup tetapi tidak mempunyai jiwa atau bisa berpikir seperti orang normal. Jika anda di gigit vampire anda masih mendapatkan power vampire dan anda masih berpikir seperti orang normal. Jika anda di serang alien, monster, setan atau psikopat, anda akan mati tetapi paling tidak hidup anda kelar dengan kepastian. Menjadi Zombie intinya anda akan hidup sebagai manusia sayur, anda mempunyai fungsi motor untuk bergerak dan bereaksi tetapi tidak dapat berpikir sehingga hidup anda berada di posisi antara hidup dan mati untuk selamanya. Konsep ini lebih mengerikan daripada musibah apapun.

 

3. Kita vs semua orang

Manusia adalah mahluk yg suka berkelompok. Ketika berkelompok manusia merasa lebih kuat dan kemungkinan mereka bertahan akan lebih lama. Mentalitas ‘suku’ ini membesar dan berlipat ganda sehingga melahirkan konsep budaya, negara, agama, dll. Ketika wabah zombie datang, populasi manusia terancam punah sehingga manusia terpaksa kembali ke sifat mendasar, mereka musti berkelompok untuk hidup. Hampir semua film zombie menceritakan tentang orang-orang berkelompok yg mempunyai sifat-sifat yg sangat beda. Sebelum zombie menyerang mereka mungkin tidak akan mau baur bareng karena perbedaan status, ras, ekonomi dan edukasi tetapi setelah wabah zombie? Instinct manusia untuk berkelompok dengan siapapun akan mengambil alih. Yg lebih menarik lagi biasanya setiap kelompok mempunyai karakter-karakter yg setiap penonton bisa melihat menjadi representasi diri mereka; Si macho, si penakut, si pendiam, si bawel, si pemimpin, dll. Sehingga setiap individu di kelompok menjadi sangat penting dan berharga, belum lagi intrik-intrik dinamisme antara setiap karakter dengan yg lain di mana selalu ada perebutan dominasi kekuasaan di kelompok sendiri sehingga membuat cerita yg sangat menarik karena sifat karakter-karakter yg aslinya akan keluar di keadaan yg ekstrim.

 

4. Kebebasan di kiamat

Pasti anda pernah frustasi dengan kehidupan sehari-hari anda? Ingin menghancurkan tempat anda kerja? Sebel sama klien atau guru anda? Muak dengan kemacetan? Iri dengan orang-orang yg punya kehidupan sukses? Di kiamat zombie, semua belenggu kehidupan normal anda akan hilang. Tidak ada lagi orang-orang yg mengatur anda, tidak ada lagi undang-undang negara atau kewajiban sipil yg musti kita jalani. Mau mencoba mobil Ferrari? Langsung aja ke showroom. Mau memakai baju mahal? Ambil aja di mall. Memang dunia menjadi hukum rimba di mana yg kuat yg menang tetapi paling tidak dunia yg kita tempati tidak akan hancur total seperti jika perang nuklir terjadi (‘Mad Max’). Kiamat zombie bukan seperti film ‘2012’ di mana bencana dunia merubah drastis permukaan bumi. Anda masih bisa hidup kurang lebih normal di banding versi kiamat lainnya.

 

5. Sosial kritik tentang jaman

Dari segi simbolisme atau tema, zombie melambangkan sebuah kekuatan atau keresahan yg setiap generasi alami. Lebih spesifik lagi keresahan karena musuh yg tidak dapat di lihat sehingga meningkatkan level paranoia kita di jaman sekarang. Serangan zombie biasanya terjadi tiba-tiba, kita tidak pernah tahu kenapa zombie terjadi. Serangan di dalam selimut ini sama persis dengan kehidupan nyata di pasca 9/11. Serangan teroris diam-diam yg menghancurkan bangunan dengan pesawat atau bom-bom yg di desain untuk warga sipil, ekonomi dunia yg setiap saat terjadi resesi, munculnya penyakit menular seperti flu burung atau virus SARS, mental masa yg suka melukai/menghakimi sesama karena beda keyakinan atau karena sekelompok orang yg beda. Ini semua adalah musibah dari dalam yg menghancurkan dan tidak pernah terdeteksi. Bukannya tidak kebetulan sepuluh tahun terakhir kita mengalami musibah-musibah ini dan meningkatnya juga popularitas cerita zombie?

 

6. Tidak ada perasaan bersalah

Zombie adalah mahluk antagonis yg membuat kita tidak pernah merasa bersalah ketika kita membunuh mereka. Antagonis lain seperti monster (Frankenstein), Darth Vader, vampire bahkan mesin seperti HAL masih mampu menguras simpati karena mereka mempunyai perasaan atau jiwa. Tetapi zombie tidak pernah karena mereka menjijikan, sudah mati, bau, kotor dan beringas. Bahkan jika salah satu anggota keluarga kita menjadi zombie kita tidak akan ragu membunuh mereka karena mereka telah berubah total dan lebih baik mematikan mereka daripada menjadi zombie. Jika opsi membunuh lebih humanis daripada membiarkan mereka hidup bukankah itu sangat disturbing secara moral? Tetapi peraturan ini tidak berlaku untuk zombie sehingga penonton tidak pernah merasa beban/moral tanggung jawab ketika zombie di bunuh.

tintascreenplay.com

Advertisements

2 Responses to “6 alasan kenapa kita suka zombie”

  1. Beauty Hime November 6, 2013 at 12:34 am #

    nice, alasan ke 6 tepat sekali.
    sebenernya ada alasan lain, coz zombie itu ga terlalu “menyeramkan” 🙂

    – beautyhime.wordpress.com –

    • joegievano November 10, 2013 at 9:13 pm #

      hehehe engga menyeramkan tapi mengerikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: