Black Mirror: Menteror generasi facebook

30 Nov

Black Mirror

Black Mirror

Kecintaan dan ketergantungan kita kepada teknologi di masa kini sudah tidak di pungkiri lagi. Smart phone, tablet, internet, laptop, software, update, upgrade, social media, dsbnya-dsbnya sudah menjadi bagian esensial di kehidupan kita sehari-hari. Bahkan sudah ada generasi post-milenium yg tidak pernah mengalami kehidupan tanpa tetek bengek gadget, sehingga ketika mereka mendengar cerita bahwa suatu waktu yg lalu- kalo mau janji ketemuan di luar musti benar-benar di rencanakan matang-matang – ada sebuah pandangan hampa  mengerikan di mata mereka yg tidak bisa di ungkap dengan kata-kata, abis itu buru-buru cek time line di gadget supaya dunia mereka kembali menjadi normal.

‘Black Mirror’ adalah serial TV brilian dari Inggris yg mengexplorasi obsesi kita dengan kehidupan modern dan menyindir kenyamanan kita dengan teknologi bahwa semua itu musti kita bayar dengan harga yg sangat mahal, bukan dengan uang tetapi sisi kemanusiaan kita. ‘Black Mirror’ sendiri artinya kaca hitam yg ada di gadget kita; kaca monitor di computer, kaca monitor di hp, TV, memandang/mencerminkan sisi kegelapan kita melalui teknologi. Untuk saat ini, ‘Black Mirror’ baru tayang dua season dan uniknya setiap season hanya mempunyai tiga episode dan setiap episode beda-beda atau satu cerita per episode. Yup, enam episode ini sangat kuat dan berkualitas seperti enam film individu yg sangat unik bukan serial TV sehingga cerita/karakter lebih flexibel dan tidak mudah di tebak.

Kecuali satu-dua episode yg berada di batasan sci-fi, episode yg lain fokus ke era teknologi hari ini atau tidak jauh di masa depan sehingga mempunyai tema yg sangat relevan tentang cara hidup kita di saat ini. Anda tidak akan menemukan gadget-gadget yg terlalu spektakuler seperti di film-film sci-fi fantasi yg sudah terbiasa kita lihat dari film Hollywood. Fokus ‘Black Mirror’ bukan ke gadget tetapi konsekuensi dari gadget itu yg merubah cara kita berpikir/bereaksi/berinteraksi dengan sesama/sendiri/masyarakat dan tidak memberikan jawaban/solusi yg nyaman malah lebih condong ke arah yg suram dan bahkan shocking. Seperti serial TV ‘The Twilight Zone’ untuk generasi facebook.

Setiap episode ‘Black Mirror’ mempunyai ide yg besar tetapi juga di dukung oleh karakter yg kuat dan sangat realisitis sehingga dampak dari setiap cerita lebih kena ke penonton karena situasinya dan reaksi karakter tidak jauh beda dengan situasi nyata kita. Di episode ‘National Anthem’ , seorang puteri dari royal family kebanggaan Inggris yg populer di culik. Si penculik mempunyai permintaan yg simpel untuk membebaskan si  puteri; dalam beberapa jam, perdana menteri Inggris musti tampil live di televisi dan melakukan hubungan intim dengan seekor babi…yup benar, seekor babi hidup.

 Tetapi poin utama dari episode itu adalah reaksi rakyat Inggris dalam menggunakan sosial media yg menentukan keputusan perdana menteri. Jika dia tidak melakukannya apa reaksi rakyat Inggris? Belum lagi si perdana menteri mengalami banyak tekanan dari partai sendiri karena mereka takut kepopularitas partai akan jatuh jika dia tidak melakukannya. Di sini pasang surut dukungan rakyat ke dia melalui sosial media sangat signifikan karena menjadi refleksi nyata di jaman sekarang; dampak opini masa yg menghakimi nasib seseorang tanpa berpikir panjang walaupun secara individu kelihatannya tidak signifikan tetapi jika di gabung menjadi sebuah mahluk hidup yg menyeramkan. Dan kita semua pernah melakukan ini.

Di Episode ‘White Bear’, seorang wanita bangun di sebuah rumah yg kosong dan dia tidak ingat siapa diri dia. Ketika dia keluar rumah, dia melihat beberapa orang merekam dia dengan menggunakan hp tetapi selalu menjaga jarak dan tidak mau berkomunikasi. Tiba-tiba datang beberapa orang membawa senjata dan memburu dia sementara banyak orang merekam adegan itu tanpa membantu si perempuan. Kenapa mereka ada di situ? Kenapa mereka tidak membantu si perempuan? Walaupun awal premis cerita ini sangat klise dan sudah di ulang berjuta-juta kali (Hero bangun, mengalami amnesia dan di teror oleh orang yg tidak di kenal), ‘Black Miror’ memutarbalikan konsep klise itu untuk membuat sebuah statemen yg lebih sangar/shocking.

Tetapi bagi saya episode yg masterpiece adalah ‘The Entire History of You’ di mana semua orang bisa merekam apa yg mereka lihat dari bayi hingga sekarang dan semua data visual bisa di simpan di otak kita sehingga setiap saat kita dapat mengakses imej memori kita di monitor TV. Ketika seorang pengacara curiga bahwa istrinya menyembunyikan sesuatu dari dia, dia mulai terobsesi untuk mencari kebenaran. Dia mulai mengakses imej memorinya berjam-jam untuk mencari petunjuk sekecil apapun.

Bukannya sangat berguna sekali mempunyai akses di mana kita dapat merekam apa yg kita lihat dua hari lalu pada jam 4 sore? kita bisa rewind/fast forward/replay/erase/freeze frame/focus/zoom semua imej yg mata kita pernah rekam, sehingga memori kita selalu jelas dengan kualitas HD dan tidak ada ketidakpastian. Tetapi semakin dia terobsesi untuk mencari kebenaran semakin kacau hubungan dia dengan istrinya dan ini poin ‘Black Mirror’ yg paling intim, teknologi tidak membuat hidup kita lebih baik, teknologi tidak ‘menyatukan’ kita dengan orang lain dan teknologi akan merubah habit kita ke arah yg lebih paranoia.

Bahkan aktor ternama Robert Downey Jr. (Iron Man) sangat terkesima dengan episode ini, dia membeli hak ciptanya untuk di develop menjadi film layar lebar.

Jadi jika anda sudah muak dengan slogan-slogan perusahaan teknologi/media/hp/provider/computer/games yg mengobar janji-janji kosong tentang bagaimana teknologi akan memperkaya hidup anda karena mereka ‘mengerti’ bahwa anda adalah seorang ‘individu’ yg berharga, nonton ‘Black Mirror’, because it will cut through the bullshit and seek the truth.

In the end, you’re just a target market.

tintascreenplay.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: