Tag Archives: kubrick

5 film kontroversial di sepanjang masa

22 Nov

Membuat list film kontroversial  adalah sesuatu hal yg susah-susah gampang karena banyak sekali pilihan/kombinasi atau alasan kenapa film itu bisa menjadi kontroversial.  Karena unsur kekerasan? Politik? Sex? Agama? Kombinasi dari semua? Seberapa shocking film itu? Belum lagi karena perubahan jaman, Film ‘Psycho’ ketika keluar di tahun 1960 di anggap sangat kontroversial, groundbreaking  dan shocking. Tetapi untuk ukuran kekerasan di film jaman sekarang sangat biasa bahkan cukup lunak. Akhirnya setelah saya melakukan sedikit research , 5 film ini sering sekali di masukan di dalam list film kontroversial di peringkat yg selalu cukup tinggi karena kontroversi film ini masih mempunyai efek yg powerful hingga saat ini.

5. I Spit On Your Grave (1978)

Film ber-genre revenge ini bercerita tentang Jennifer (Camille Keaton), seorang wanita penulis yg ingin mengisolasikan diri di sebuah kabin terpencil karena ingin menulis novelnya dengan tenang. Ketika dia di serang dan di perkosa oleh beberapa laki-laki lokal, dia bertekad untuk tetap tinggal di kabin dan menyusun rencana untuk membalas dendam dan membunuh mereka. Di berikan rating ‘X’ dan di banned di Inggris dan Jerman karena adegan pemerkosaan yg memilukan dan juga adegan kekerasan yg cukup brutal. Film ini mengundang kontroversi karena banyak yg memandang film ini merendahkan martabat perempuan tetapi banyak juga yg menilai bahwa film tentang kekuatan perempuan karena Jennifer berhasil membalas dendam.

4. The Exorcist (1973)

Di nobatkan oleh banyak kritikus film sebagai film horor terseram, film ini juga mengundang banyak kontroversi karena cerita tentang  Regan, gadis berumur 13 tahun yg kemasukan setan ini menunjukan adegan masturbasi dengan menggunakan salib dan memaki-maki Tuhan. Banyak pemimpin agama yg mengutuk film ini sebagai penyebar setan (walaupun tema film ini tentang perjalanan keyakinan dari tempat yg gelap ke terang) karena mereka belum pernah menonton film horor seperti ini. Film ini sempat di banned di beberapa kota di Inggris ketika pertama kali keluar dan Linda Blair, yg memerankan Regan sempat di kawal oleh body guard selama berbulan-bulan setelah film tayang karena mendapat ancaman dari pihak-pihak yg percaya bahwa dia kemasukan setan dan ingin menculiknya.

3. Salo or the 120 days of Sodom (1975)

Film-film modern yg mengaku bangga dengan sebutan ‘torture porn’ berhutang budi kepada film ini. Mungkin sebutan lebih tepat untuk salo adalah ‘intelectual torture porn’ karena film ini sangat berat dengan simbolisme-simbolisme sadis tentang orang-orang berkuasa yg sadis/menyiksa/memperagakan adegan sexual abnormal kepada 18 remaja. Empat orang berkuasa (Presiden, tokoh agama, tokoh hukum dan tokoh bangsawan) bertemu di sebuah istana dan menculik 18 remaja. Mereka berbuat sesuka hati dengan remaja-remaja ini, memuaskan segala hasrat abnormal yg mereka miliki.

Film ini tidak mempunyai struktur atau narasi film yg normal. Tidak ada karaker development atau progres cerita yg normal. Mungkin lebih seperti menonton sirkus yg di penuhi orang-orang freak, menonton sifat-sifat kerendahan manusia yg paling rendah. Film ini di banned di kebanyakan negara sampai hari ini tetapi di anggap sebagai film art house penting karena mempunyai statemen yg explicit tentang fasisme dan orang-orang berkuasa; absolute power corrupts.

2. Cannibal Holocaust (1980)

Film ini di sebut sebagai pencetus genre “found footage” atau “documentary style” ala ‘The Blair Witch Project’ dan ‘Paranormal activity’. Sebuah tim pembuat film dokumenter tentang suku kanibal menghilang, ketika film mereka ‘di temukan’ kita mengikuti cerita mereka dari pembuat film dokumenter normal yg merekam kehidupan suku kanibal sehari-hari menjadi pembuat film sensasi yg mengexploitasi suku itu sehingga mereka di bunuh secara sadis oleh suku kanibal. Film explotasi ini tidak hanya membuat shock penonton karena adegan kekerasan/kanibal yg sangat grafik dan juga adegan-adegan pemerkosaan yg brutal tetapi penonton mengira bahwa film ini nyata karena menggunakan konsep dokumenter. Ketika film tayang pertama kali di Itali, pemerintah lokal menangkap sutradara Ruggero Deodato karena mereka menuduh bahwa aktor-aktor di film benar-benar mati. Deodato musti membawa aktor-aktor ke depan publik untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup. Film ini juga di banned di banyak negara.

1.  The Clock Work Orange (1971)

Film Stanley Kubrick ini mengundang banyak kontroversi karena adegan kekerasan, pemerkosaan dan tema yg mengkritik tentang masa depan bangsa Inggris yg suram karena di bawah pemerintahan fasisme. Yg membuat kontroversi semakin panas adalah karena beberapa kasus kriminalitas/pembunuhan nyata yg di lakukan anak-anak muda karena mereka terinspirasi dengan filmnya, pers Inggris membuat sensasi besar-besaran dan mengkritik Kubrick habis-habisan. Ketika keluarga Kubrick mendapatkan ancaman, dia meminta Warner Bros yg mendistribusi filmnya untuk menghentikan penayangan ‘The Clock Work Orange’ karena dia takut keadaan akan melewati batas. Ironisnya, anak-anak muda yg melakukan kriminalitas/pembunuhan belum pernah menonton filmnya tetapi karena sensasi pers tabloid Inggris yg berlebihan membuat Kubrick muak dengan hal ini semua sehingga dia menghentikan peredaran film di Inggris.

tintascreenplay.com

Advertisements

20 great quotes about filmmaking

24 Jul

1. “I think audiences get too comfortable and familiar in today’s movies. They believe everything they’re hearing and seeing. I like to shake that up.”
– Christopher Nolan

 

2. “If a Million People See My Movie, I Hope They See a Million Different Movies.”
– Quentin Tarantino

 

3. “If there’s specific resistance to women making movies, I just choose to ignore that as an obstacle for two reasons: I can’t change my gender, and I refuse to stop making movies.”
– Kathryn Bigelow

 

4. “You see so many movies… the younger people who are coming from MTV or who are coming from commercials and there’s no sense of film grammar. There’s no real sense of how to tell a story visually. It’s just cut, cut, cut, cut, cut, you know, which is pretty easy.”
– Peter Bogdanovich

5. “I’m a storyteller – that’s the chief function of a director. And they’re moving pictures, let’s make ‘em move!”
– Howard Hawks

 

6. “Casting is 65 percent of directing.”
– John Frankenheimer

 

7. “Cinema should make you forget you are sitting in a theater.”
– Roman Polanski

 

8. “A director must be a policeman, a midwife, a psychoanalyst, a sycophant and a bastard.”
– Billy Wilder

 

9. “In England, I’m a horror movie director. In Germany, I’m a filmmaker. In the US, I’m a bum.”
– John Carpenter

 

10. “My movie is born first in my head, dies on paper; is resuscitated by the living persons and real objects I use, which are killed on film but, placed in a certain order and projected on to a screen, come to life again like flowers in water.”
– Robert Bresson

11. “The wide screen reminds me of a roll of toilet paper.”
-Yasujiro Ozu

 

12. “I like tits and ass. Mostly tits.”
– Paul Verhoeven

 

13. “The enemy of art is the absence of limitations.”
– Orson Welles

 

14. “Films are always pretentious. There’s nothing more pretentious than a filmmaker.”
– John Milius

 

15. “Censors Tend to Do What Only Psychotics Do: They Confuse Reality With Illusion.”
– David Cronenberg

16. “A film is – or should be – more like music than like fiction. It should be a progression of moods and feelings. The theme, what’s behind the emotion, the meaning, all that comes later.”
– Stanley Kubrick

 

17. “All I Need to Make a Comedy is a Park, a Policeman and a Pretty Girl.”
– Charlie Chaplin

 

18. “I couldn’t sleep one night and I was sitting in my office and I realized that I was an independent filmmaker.”
– Darren Aronofsky

 

19. “A Film is a Petrified Fountain of Thought.”
– Jean Cocteau

20. “Every edit is a lie.”
– Jean-Luc Godard

tintascreenplay.com

Tertawa di muka kiamat

30 Jan

Dr. Strangelove or: How I Learned to Stop Worrying and Love the Bomb (1964)

 

Film komedi yg betul-betul lucu menurut saya bukan saja hanya sekedar cerita komedi yg konyol/slapstick atau komedi ‘ringan yg menghibur’ tanpa arti. Film komedi yg ‘kena’ mempunyai pengertian tentang dunia nyata dan memperolokan itu untuk memperlihatkan bagaimana situasi dunia nyata ternyata sangat absurd dan sering tidak masuk akal. Setiap kali saya menonton ‘Dr. Strangelove’, saya selalu di ingatkan kenapa film ini adalah salah satu film komedi satirikal /black comedy terbaik sepanjang masa dan membuat film-film komedi jaman sekarang terasa cemen dan dangkal.

Stanley Kubrick membuat ‘Dr. Strangelove’ di era puncaknya perang dingin antara Amerika dan Soviet di tahun 1964. Tidak lama sebelumnya, Amerika dan Uni Soviet hampir membawa dunia ke perang nuklir karena insiden krisis misil di Kuba. Anda bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi warga negara Amerika di era masa itu, di mana paranoia perang nuklir sepertinya bisa terjadi setiap saat dan inflintrasi komunis ke Amerika selalu di jadikan alat propanganda yg ampuh untuk membuat rakyat Amerika ketakutan sehingga lebih patuh ke pemerintah. Sekarang bayangkan di saat-saat genting itu ada sutradara muda yg dengan yakin/pintarnya membuat film black comedy di mana perang nuklir akan terjadi dan malah memperolok semua itu?

Saya tidak bisa bayangkan betapa beraninya Kubrick untuk mengangkat isu yg sangat sensitive itu dan merubahnya menjadi sebuah komentar/kritikan pedas tentang orang-orang  berkuasa yg tidak mempunyai kapabilitas untuk memimpin sehigga malah menjerumuskan dunia ke ambang perang nuklir. Semua ini di lakukan dengan senyum yg mengejek tentunya.

‘Dr. Strangelove’ mengisahkan tentang komandan angkatan udara Amerika, Jendral Jack D. Ripper (Sterling Hayden) yg tiba-tiba menjadi paranoia dan memerintahkan armada pesawat bom B-52 yg sedang patroli di Eropa untuk menyerang Uni Soviet karena Ripper percaya orang-orang Soviet akan menyerang  Amerika melalui cairan tubuh. Seorang Kapten dari angkatan udara Inggris, Lionel Mandrake (Peter Sellers) mencoba untuk menggagalkan rencana gila itu. Di saat bersamaan, Presiden AS Merkin Muffley (Peter Sellers, dia lagi) dan kabinet penasihatnya – termasuk Jendral Buck Turgidson (George C. Scott) yg gila perang dan ilmuwan aneh Dr. Strangelove (Peter Sellers, yup dia lagi) yg bekas Nazi- mendiskusikan opsi lain dan mencoba untuk menenangkan Perdana Menteri Soviet yg sedang mabuk dan marah-marah. Duta besar Soviet, Alexi de Sadesky (Peter Bull) juga di undang rapat darurat bersama Presiden Muffley.

Drstrangelove2

PM Soviet membuka sebuah rahasia yg negara lain belum tahu bahwa Soviet sudah menciptakan Doomsday machine di mana jika salah satu kota Soviet terkena serangan nuklir, Doomsday machine otomatis akan menembakan misil nuklir ke seluruh dunia dan otomatis dunia akan hancur. Doomsday machine juga tidak bisa di matikan dengan segala cara.

Awalnya, Kubrick mencoba untuk mengadopsi cerita ini dari novel Peter George “Red Alert” sebagai film politik thriller yg serius tetapi ketika dalam proses penulisan screenplay Kubrick mencoba untuk merubah beberapa scene menjadi black comedy dan ternyata hasilnya jauh lebih powerful dan lebih kena. Kita seharusya tidak tertawa ketika menghadapi situasi serius seperti perang nuklir dan kiamat tetapi karena tonasi cerita ‘Dr. Strangelove di rubah menjadi satirikal membuat situasi lebih absurd dan konyol justru membuat kita tertawa karena walaupun konyol hal ini sangat mungkin bisa terjadi. Kubrick bukannya tidak menggangap perang nuklir serius tetapi poin yg dia sindir  adalah ‘orang-orang penting/penguasa’ yg penuh dengan sikap arogan, kebodohan, ketamakan dan punya agenda sendiri yg membuat keputusan tentang hidup-matinya manusia. Seperti kehidupan nyata kurang lebih.

Aktor Peter Sellers dengan brilliant memainkan tiga peran yg sangat bertolak belakang dari satu yg ke lain. Di salah satu scene pembicaraan telepon satu sisi paling lucu yg pernah saya lihat, Sellers sedang memerankan Presiden Muffley yg sedang mencoba untuk memberitahukan kabar buruk ke PM Soviet yg sedang mabuk. Di tangan aktor lain, scene ini mungkin tidak terlalu lucu tetapi di tangan Sellers yg sangat doyan improvisasi (dan memang di dukung oleh Kubrick) menjadi scene klasik. Sellers mencoba membawa berita buruk seperti seorang sahabat yg melindas anjing anda dan dia dengan gugup tidak tahu bagaimana memberitahukannya ke anda.

President Merkin Muffley: (to Kissoff) Hello?… Uh… Hello D- uh hello Dmitri? Listen uh uh I can’t hear too well. Do you suppose you could turn the music down just a little?… Oh-ho, that’s much better… yeah… huh… yes… Fine, I can hear you now, Dmitri… Clear and plain and coming through fine… I’m coming through fine, too, eh?… Good, then… well, then, as you say, we’re both coming through fine… Good… Well, it’s good that you’re fine and… and I’m fine… I agree with you, it’s great to be fine… a-ha-ha-ha-ha… Now then, Dmitri, you know how we’ve always talked about the possibility of something going wrong with the Bomb… The *Bomb*, Dmitri… The *hydrogen* bomb!… Well now, what happened is… ahm… one of our base commanders, he had a sort of… well, he went a little funny in the head… you know… just a little… funny. And, ah… he went and did a silly thing… Well, I’ll tell you what he did. He ordered his planes… to attack your country… Ah… Well, let me finish, Dmitri… Let me finish, Dmitri… (continued)

Sellers juga memerankan Dr. Strangelove sebagai ilmuwan eks Nazi aneh yg mempunyai obsesi untuk menyelamatkan perempuan-perempuan kulit putih sempurna untuk membuat ras Aryan yg ‘murni’ jika perang nuklir terjadi dan tangan kanannya sepertinya mempunyai pikiran sendiri untuk bersalut seperti Nazi di momen-momen yg tidak pas. Di film Kubrick, jarang sekali seorang aktor bisa mendominasi atau menjadi fokus utama tetapi Kubrick membiarkan itu karena dia tahu Peter Sellers adalah seorang aktor komedi jenius dan dia membiarkan Sellers untuk berimprovisasi semaunya dia.

Akting George C. Scott dalam memerankan Jendral Buck Turgidson juga menjadi salah satu karakter yg tidak terlupakan karena dia berhasil memerankan seorang Jendral yg doyan perang dan membenci komunis seperti seorang fundamentalis yg membenci seorang kafir. Kubrick sengaja melakukan 50-100 take untuk setiap adegan Jendral Buck Turgidson sehingga membuat George C. Scott frustasi dan seperti kehilangan kontrol karena sudah kecapaian tetapi di paksa terus oleh Kubrick. Dan itu memang yg Kubrick mau, menangkap momen di mana acting George C. Scott seperti orang setengah gila yg di bawah sadar seperti tema film ‘Dr. Strangelove’ itu sendiri.

‘Dr. Strangelove’ menjadi salah satu film terbaik sepanjang masa karena mempunyai visi yg original dan eksekusi yg tidak ada cela. Steven Spielberg sendiri mengakui ini adalah salah satu film favoritnya dan gaya handheld camera style seperti kamera dokumenter yg Spielberg pakai di ‘Saving Private Ryan’ adalah inspirasi yg dia tiru dari ‘Dr. Strangelove’. Film-film kubrick selalu di tuduh sebagai film yg sangat dingin dan tidak intim dengan penonton tetapi jika dia bisa membuat penonton tertawa di muka kiamat bukankah itu menjadikan dia sutradara paling humanis dari semua?

 tintascreenplay.com

%d bloggers like this: