Tag Archives: sex

Return to Nuke ‘Em High Volume 1: Film cult sakit

6 Aug
Return to Nuke 'Em High Volume 1 (2013)

Return to Nuke ‘Em High Volume 1 (2013)

 

‘Return to Nuke ‘Em High Volume 1’ adalah sebuah film lanjutan dari film ‘Nuke’Em High’ (1986). Film ini adalah kreasi sutradara/penulis Llyod Kaufman, seorang maestro film-film cult low budget yg berfokus ke genre horror, sex, comedy dan gore (melalui perusahaan dia Troma studios). Kalau anda pingin nonton film trashy yg so bad its good…film-film Kaufman sangat cocok untuk itu.

Tetapi kontribusi Llyod Kaufman untuk sinema sebagai pembuat film cult (‘The Toxic Avenger’, ‘Squeeze Play!’) bukan saja karena membuat film yg dia mau tanpa peduli pasar mainstream tetapi juga karena menginspirasikan generasi filmmaker berikutnya seperti James Gunn (‘Guardians of the Galaxy’, ‘Super’, ‘Slither’). Sebelum James Gunn sukses dengan ‘Guardians of the Galaxy’ dia bekerja lama sebagai penulis untuk film-film Llyod Kaufman. Seperti maestro-maestro film cult lainnya (Roger Corman, John Waters, Russ Meyer) yg juga menginspirasi atau membimbing sutradara-sutradara yg akan merubah mainstream seperti Martin Scorsese, Francis Ford Coppola dan Michael Moore. Humor Kaufman yg sedikit sadis/absurd dan watak yg sangat independent sudah menjadi bagian dari Gunn juga.

‘Return to Nuke ‘Em High Volume 1’ sendiri memang melanjutkan konsep film ‘Nuke ‘Em High’ yg sangat trashy dan over the top. Sebuah perusahaan tenaga nuklir bereksperimen dengan makanan toxic dan memberikannya ke pelajar-pelajar di sekolah. Ternyata makanan yg terkontaminasi itu membuat pelajar-pelajar berubah menjadi karakter/karakter yg bermutasi. Beberapa pelajar culun dari glee club (ya, menyindir glee serial TV) berubah menjadi mutan-mutan punk yg sangar bernama Cretins dan menteror Tromaville High School. Bisakah sepasang pelajar lesbian Chrissy (Asta paredes) dan Lauren (Catherine Corcoran) menyelamatkan situasi?

Bagi saya, visi Kaufman yg anarkis dan tidak beraturan ternyata mempunyai visi yg cukup kritikal tentang budaya Amerika. Dari obsesi remaja amerika dengan sex & violence, perbedaan kasta di sekolah, perusahaan energi yg tidak peduli lingkungan sampai hal-hal yg tabu seperti kejadian penembakan yg di lakukan oleh remaja-remaja di Amerika di jadikan sebagai guyon menyindir. Kalau film-film parodi seperti ‘Scary Movie’ memang di anggap sebagai sampah yg tidak ada nilai karena candaannya terlalu maksa dan memang tidak lucu, ‘Return to Nuke ‘Em high Volume 1’ adalah film parodi yg lebih berani dan lebih offensive karena sangat absurd, hyperreal dan ultimately memang benar-benar sakit.

B-movie ini mempunyai sebuah karisma yg bagi saya sudah jarang di dapati di film-film era sekarang. Karisma tentang the joy of filmmaking. Energi Kaufman yg maniak sangat terasa di karya ini dan sepertinya menular ke aktor-aktornya.

Yes, it’s trashy. Yes, it’s over the top cheesy. Yes, it’s offensive with cartoon violence and gore. But damn, it’s an anarchist kinda fun.

tintascreenplay.com

Advertisements

5 film kontroversial di sepanjang masa

22 Nov

Membuat list film kontroversial  adalah sesuatu hal yg susah-susah gampang karena banyak sekali pilihan/kombinasi atau alasan kenapa film itu bisa menjadi kontroversial.  Karena unsur kekerasan? Politik? Sex? Agama? Kombinasi dari semua? Seberapa shocking film itu? Belum lagi karena perubahan jaman, Film ‘Psycho’ ketika keluar di tahun 1960 di anggap sangat kontroversial, groundbreaking  dan shocking. Tetapi untuk ukuran kekerasan di film jaman sekarang sangat biasa bahkan cukup lunak. Akhirnya setelah saya melakukan sedikit research , 5 film ini sering sekali di masukan di dalam list film kontroversial di peringkat yg selalu cukup tinggi karena kontroversi film ini masih mempunyai efek yg powerful hingga saat ini.

5. I Spit On Your Grave (1978)

Film ber-genre revenge ini bercerita tentang Jennifer (Camille Keaton), seorang wanita penulis yg ingin mengisolasikan diri di sebuah kabin terpencil karena ingin menulis novelnya dengan tenang. Ketika dia di serang dan di perkosa oleh beberapa laki-laki lokal, dia bertekad untuk tetap tinggal di kabin dan menyusun rencana untuk membalas dendam dan membunuh mereka. Di berikan rating ‘X’ dan di banned di Inggris dan Jerman karena adegan pemerkosaan yg memilukan dan juga adegan kekerasan yg cukup brutal. Film ini mengundang kontroversi karena banyak yg memandang film ini merendahkan martabat perempuan tetapi banyak juga yg menilai bahwa film tentang kekuatan perempuan karena Jennifer berhasil membalas dendam.

4. The Exorcist (1973)

Di nobatkan oleh banyak kritikus film sebagai film horor terseram, film ini juga mengundang banyak kontroversi karena cerita tentang  Regan, gadis berumur 13 tahun yg kemasukan setan ini menunjukan adegan masturbasi dengan menggunakan salib dan memaki-maki Tuhan. Banyak pemimpin agama yg mengutuk film ini sebagai penyebar setan (walaupun tema film ini tentang perjalanan keyakinan dari tempat yg gelap ke terang) karena mereka belum pernah menonton film horor seperti ini. Film ini sempat di banned di beberapa kota di Inggris ketika pertama kali keluar dan Linda Blair, yg memerankan Regan sempat di kawal oleh body guard selama berbulan-bulan setelah film tayang karena mendapat ancaman dari pihak-pihak yg percaya bahwa dia kemasukan setan dan ingin menculiknya.

3. Salo or the 120 days of Sodom (1975)

Film-film modern yg mengaku bangga dengan sebutan ‘torture porn’ berhutang budi kepada film ini. Mungkin sebutan lebih tepat untuk salo adalah ‘intelectual torture porn’ karena film ini sangat berat dengan simbolisme-simbolisme sadis tentang orang-orang berkuasa yg sadis/menyiksa/memperagakan adegan sexual abnormal kepada 18 remaja. Empat orang berkuasa (Presiden, tokoh agama, tokoh hukum dan tokoh bangsawan) bertemu di sebuah istana dan menculik 18 remaja. Mereka berbuat sesuka hati dengan remaja-remaja ini, memuaskan segala hasrat abnormal yg mereka miliki.

Film ini tidak mempunyai struktur atau narasi film yg normal. Tidak ada karaker development atau progres cerita yg normal. Mungkin lebih seperti menonton sirkus yg di penuhi orang-orang freak, menonton sifat-sifat kerendahan manusia yg paling rendah. Film ini di banned di kebanyakan negara sampai hari ini tetapi di anggap sebagai film art house penting karena mempunyai statemen yg explicit tentang fasisme dan orang-orang berkuasa; absolute power corrupts.

2. Cannibal Holocaust (1980)

Film ini di sebut sebagai pencetus genre “found footage” atau “documentary style” ala ‘The Blair Witch Project’ dan ‘Paranormal activity’. Sebuah tim pembuat film dokumenter tentang suku kanibal menghilang, ketika film mereka ‘di temukan’ kita mengikuti cerita mereka dari pembuat film dokumenter normal yg merekam kehidupan suku kanibal sehari-hari menjadi pembuat film sensasi yg mengexploitasi suku itu sehingga mereka di bunuh secara sadis oleh suku kanibal. Film explotasi ini tidak hanya membuat shock penonton karena adegan kekerasan/kanibal yg sangat grafik dan juga adegan-adegan pemerkosaan yg brutal tetapi penonton mengira bahwa film ini nyata karena menggunakan konsep dokumenter. Ketika film tayang pertama kali di Itali, pemerintah lokal menangkap sutradara Ruggero Deodato karena mereka menuduh bahwa aktor-aktor di film benar-benar mati. Deodato musti membawa aktor-aktor ke depan publik untuk membuktikan bahwa mereka masih hidup. Film ini juga di banned di banyak negara.

1.  The Clock Work Orange (1971)

Film Stanley Kubrick ini mengundang banyak kontroversi karena adegan kekerasan, pemerkosaan dan tema yg mengkritik tentang masa depan bangsa Inggris yg suram karena di bawah pemerintahan fasisme. Yg membuat kontroversi semakin panas adalah karena beberapa kasus kriminalitas/pembunuhan nyata yg di lakukan anak-anak muda karena mereka terinspirasi dengan filmnya, pers Inggris membuat sensasi besar-besaran dan mengkritik Kubrick habis-habisan. Ketika keluarga Kubrick mendapatkan ancaman, dia meminta Warner Bros yg mendistribusi filmnya untuk menghentikan penayangan ‘The Clock Work Orange’ karena dia takut keadaan akan melewati batas. Ironisnya, anak-anak muda yg melakukan kriminalitas/pembunuhan belum pernah menonton filmnya tetapi karena sensasi pers tabloid Inggris yg berlebihan membuat Kubrick muak dengan hal ini semua sehingga dia menghentikan peredaran film di Inggris.

tintascreenplay.com

%d bloggers like this: