Tag Archives: star wars

7 Simbolisme penting di film yg anda tidak pernah perhatikan

7 Aug

Mungkin kalo berbicara simbolisme di film kedengarannya seperti hal yg berat atau intelektual. Menurut saya simbolisme di film adalah sebuah kebutuhan khusus yg membedakan film itu dari karya yg biasa dan karya yg tidak. Tentunya simbolisme bukan resep utama untuk membuat film bagus karena pastinya cerita dan karakter lebih penting. Tetapi simbolisme menjadi alat ekstensi untuk menyimpulkan apa yg si pembuat film ingin sampaikan tanpa harus menjelaskan ke penonton secara blak-blakan. Kasarnya simbolisme adalah salah satu bagian dari lapisan-lapisan imej/suara/karakter/musik/dll yg mempunyai makna yg penting.

Simbolisme di film mungkin lebih ke domain sutradara di banding penulis skenario karena otoritas sutradara untuk bermain dengan ‘kanvasnya’ lebih luas di banding dengan ‘kanvas’ penulis yg hanya bermain dengan kertas/tulisan.

Pentingkah simbolisme itu sendiri ke penonton umum?

Bagi saya itu semua tergantung dari interpertasi setiap sutradara tentang cerita yg mereka buat. Ada sutradara yg kurang peduli dengan simbolisme, ada juga yg obsesi dan ada yg kadang-kadang menggunakannya di scene-scene yg tertentu.

Apapun maksud dari simbolisme itu sendiri ujung-ujungnya di desain untuk membuat film menjadi lebih berarti walaupun penonton kasual mungkin tidak terlalu peduli tetapi kreasi simbolisme memberi sebuah kepuasan tersendiri kepada pembuat film karena membuat film menjadi lebih bermakna dan penonton/kritikus yg lebih peka dengan bahasa sinema bisa menilai bahwa film menjadi lebih berbobot karena nilai artistiknya bertambah.

1. Dr. Strangelove

drstrangelove

‘Meja Perang’ yg ikonik di film ini telah menjadi imej yg klasik dan selalu di tiru-tiru di pop culture. Arti dari meja ini sangat unik dan tersembunyi karena limitasi film yg hitam putih. Stanley Kubrick ingin membuat simbolisme tentang kesamaan mental politisi dengan mental penjudi. Warna meja perang itu sebenarnya warna hijau (karena hijau adalah warna meja poker/penjudi) tetapi karena film di shoot di hitam putih, warna hijaunya tidak kelihatan.

2. Election

tracy tracy2

paul paul2

amy

Di scene ketika ketiga kandidat sedang berpidato di depan semua murid untuk mencalonkan diri mereka sebagai presiden sekolah. Kamera cut ke beberapa shot (close up, medium shot, etc) dan sudut yg beda ketika Tracy dan Paul berpidato. Tetapi ketika Amy berpidato, kamera tidak ada cut (long take) dan fokus terus ke pidato. Ini merupakan simbol di mana Amy adalah kandidat yg jujur di banding Tracy dan Paul karena kamera tidak melakukan manipulasi ketika Amy berpidato.

3. Cool Hand Luke

CoolHandLuke_148Pyxurz

Film klasik yg menghebohkan Hollywood di dekade 1960’an karena mempunyai tema anti institusi ini mempunyai villain yg tidak terlupakan di sosok Boss Godfrey yg kejam. Dia adalah seorang sipir brutal yg suka menindas tawanan di penjara. Boss Godfrey selalu memakai kaca mata hitam dan kita tidak pernah melihat mata aslinya. Kaca mata hitam ini menjadi simbol bahwa dia adalah bagian dari institusi/rezim yg tidak manusiawi sehingga kita tidak pernah melihat matanya dan tidak menganggap dia sebagai manusia normal tetapi sebagai alat ’penindas’ dari institusi yg korup.

4. The Silence of the Lambs

clarice silence of the lambs 2

Clarice adalah seorang investigator yg baru lulus sekolah FBI dan di tugaskan untuk mewancarai Hannibal Lecter tentang kasus serial pembunuhan. Karena Clarice seorang perempuan dan juga masih hijau, dia selalu di anggap remeh oleh anggota-anggota FBI lain yg mayoritas laki-laki. Simbolisme ini terlihat beberapa kali di mana Clarice di kelilingi oleh laki-laki yg lebih besar dan terlihat Clarice seperti terintimidasi. Akhirnya Clarice belajar untuk menjadi lebih kuat dan mandiri ketika dia berani mengusir beberapa polisi laki-laki dari ruang otopsi mayat.

5. Star Wars

luke24

Luke Skywalker berpakaian hitam di ‘Return of the Jedi’ menjadi sebagai simbol bahwa kemungkinan dia akan ikut Darth Vader ke dark side. Setelah dia melawan Emperor dan menolak untuk join the dark side, pakaian Luke terbuka dan terlihat warna putih di dalamnya. Simbol ini menunjukan bahwa dari awal Luke selalu di pihak putih.

6. The Godfather

the godfather 1 - 1972 godfather1-fsc34, Photo by: Everett Collection (godfather1-fsc34)

Hampir di semua scene penting tentang kematian/pembunuhan selalu di awali oleh keberadaan buah jeruk. Apakah cuma lewat sekilas di scene atau seseorang karakter sedang makan, buah jeruk menjadi simbolisme tentang kematian. Awalnya jeruk muncul untuk membuat kontras warna lebih bright karena mayoritas nuansa film sangat datar/gelap tetapi sutradara Francis Ford Coppola menyukainya dan membuat semacam tradisi untuk menampilkan buah jeruk di hampir semua adegan kematian penting. Arti dari buah jeruk ini sangat terbuka untuk di interpertasi karena Coppola tidak pernah memberikan jawaban yg langsung.

7. Forrest Gump

The_Feather

Bulu yg terbang telah menjadi simbol yg ikonik di film ini karena melambangkan perpaduan antara keluguan Forrest Gump dan takdir. Bulu melambangkan kenaifan Forrest sementara angin yg menghembus bulu melambangkan penempatan takdir di kehidupan Forrest yg sepertinya selalu ‘terbang’ dari satu kejadian penting ke kejadian berikutnya.

tintascreenplay.com

Advertisements

6 teori fans gila yg justru membuat film lebih keren

9 Oct

Teori fans tentang film biasanya mempunyai interpertasi beda daripada maksud film tersebut. Mungkin karena fans filmnya kurang puas dengan penjelasan film tersebut sehingga mereka mengeluarkan teori sendiri atau mungkin karena topik ini selalu menyenangkan sehingga membuka pembicaraan yg lebih seru tentang film itu. Kebanyakan dari teori fans tidak masuk akal tetapi ada beberapa yg malah membuat film itu menjadi lebih keren.

 

1. The Emperor di Star Wars bukan penjahat

Bagaimana jika the Emperor bukan seorang penjahat malah dia membuat Death Star untuk menyelamatkan galaxinya? Di Star Wars expanded universe (Serial novel setelah film-film Star Wars), 25 tahun setelah Return Of The Jedi, galaxi terancam oleh serangan dari  Yuuzhan Vong. Mereka adalah ras yg kejam, powerful dan mempunyai teknologi yg tinggi. Mereka juga mempunyai beberapa kapal seperti ‘Death Star’ di mana dengan mudah mereka bisa menghancurkan/menaklukan planet-planet. Sangat mungkin bukan untuk membuat senjata seperti Death Star di perlukan konversi dari dunia demokrasi menjadi dunia militer industrial? Karena dunia demokrasi tidak akan mungkin mengijinkan pembuatan Death Star karena terlalu kontroversial. The Emperor musti mengambil alih dengan paksa dan membubarkan/melumpuhkan dewan perwakilan rakyat karena kalau tidak dewan perwakilan rakyat akan selalu argumentasi antara sesama. Sayangnya Death Star di hancurkan oleh Luke Skywalker dkk karena spesifikasi Death Star di desain untuk melawan sesama Death Star bukan beberapa pesawat kecil yg bisa menyusup ke tempat-tempat kecil. Hasilnya? Ketika Yuuzhan Vong menyerang, 365 triliun mahluk hidup mati.

 

2. Nemo sebenarnya sudah mati

‘Finding Nemo’ sebenarnya cerita tentang bapak Nemo yg mengalami depresi berat karena semua anaknya mati. Dia membayangkan Nemo hidup karena tidak menerima kenyataan. Film ini menjadi simbolisme di mana si bapak melewati beberapa tahapan duka.

– Denial (penyangkalan)

– Anger (marah)

– Bargaining (tawar-menawar)

– Despair (hilang harapan)

– Acceptance (penerimaan)

Di tahap denial, Si bapak tidak mau anaknya pergi ke sekolah karena tidak aman. Di tahap anger, Si bapak memarahi si anak karena si anak tidak menurut. Di tahap bargaining, si bapak musti nahan emosi karena temannya menderita amnesia ketika membantu mencari anaknya.  Di tahap despair, Dia melihat si anak tersedot ke dalam toilet. Di tahap acceptance dia belajar untuk ‘merelakan’ situasi.

Hampir semua karakter di ‘Finding Nemo’ menyuruh si bapak untuk merelakan Nemo pergi. Bahkan si bapak musti pergi ke land down under (underworld, dunia bawah). Ending filmya terlihat si bapak mengucapkan selamat jalan ke Nemo dan si Nemo menghilang. Yg lebih menyedihkan lagi, arti Nemo di bahasa latin adalah ‘nobody’.

 

3.  Kill Bill adalah serial TV di Pulp Fiction

Di ‘Pulp Fiction’, Mia Wallace bercerita ke Vincent Vega bahwa dia pernah akting di serial TV gagal bernama ‘Fox Force Five’. Karakter-karakter yg Mia sebutkan di ‘Fox Force Five’ ternyata sama dengan Karakter-karakter di ‘Kill Bill’.

killbill

 

 

4.  Neo adalah mesin dan Zion masih bagian dari The Matrix

neo

 

Di ‘Matrix Reloaded’, Neo tiba-tiba mempunyai power untuk menghancurkan Sentinels padahal dia berada di dunia beneran bukan di The Matrix. Ini mengundang banyak pertanyaan kenapa Neo bisa begini? Pertanyaan ini belum pernah terjawab puas oleh Wachowskis brothers sehingga banyak fans yg frustasi dan berkesimpulan bahwa Neo adalah mesin dan Zion masih bagian dari the Matrix. Bagi para fans penjelasan ini paling masuk akal kenapa Neo mempunyai power di ‘real’ world. Mungkin ada sebuah lapisan program komputer ke dua di mana Zion adalah bagian atau lapisan ke dua dari the Matrix. Teori ini juga semakin dalam dengan mengatakan bahwa Neo dan manusia-manusia yg sudah bebas ternyata adalah mesin di desain oleh manusia untuk mengajar mesin lain untuk tidak menyerang manusia karena Neo dan manusia-manusia bebas yg lain mengerti rasa sakit dan emosi sehingga mereka musti melawan mesin lain yg ingin menyakiti manusia.

 

5. Ferris Bueller’s day off ketemu Fight Club

Film teen komedi klasik dari penulis/sutradara John Hughes ‘Ferris Beuller’s day off’ menceritakan tentang tiga remaja yg bolos sekolah dan berpetualang seharian sehingga mengalami hal-hal yg menakjubkan. Ferris adalah seorang yg popular, pintar dan keren, Sloane adalah pacar Ferris yg cantik dan sexy, Cameron adalah teman Ferris yg selalu depresi. Teorinya adalah Cameron ingin menjadi seperti Ferris sehingga dia membuat proyeksi di dalam pikirannya bahwa Ferris adalah versi Cameron yg super cool seperti di ‘Fight Club’ ketika karakter yg di mainkan Edward Norton membuat khayalan bahwa dia ingin seperti Tyler Durden.

Ferris adalah apa yg Cameron mau; percaya diri, mempunyai pacar, pintar dan semua orang menyukai dia. Ketika mereka berada di museum art, Cameron melihat sebuah lukisan di mana ada gambar orang tanpa muka. Cameron selalu merasa seperti itu, di lupakan dan merasa terasing. Cameron juga selalu merasa tertekan dengan ayahnya yg selalu dominan dan memarahi dia. Ayahnya mempunyai sebuah mobil kesayangan Ferrari 250 GT California yg jarang di pakai. Ketika Ferris membujuk Cameron untuk meminjam mobil ayahnya dan berkeliaran seharian, ini adalah keinginan Cameron yg terdalam untuk menjadi bebas dan melawan ayahnya. Ketika Cameron merusak mobilnya dia musti menghadapi ayahnya dan ini menjadi fokus utama cerita tentang seorang anak yg musti dewasa dan tidak takut dalam menghadapi ayahnya yg seorang bully, di sini dia tidak memerlukan Ferris lagi.

 

6. James Bond bukan nama tetapi kode

Bagaimana mungkin seorang James Bond bisa hidup terus dari era perang dingin sampai era 9/11 dan seterusnya? Jawaban: James Bond bukan satu orang tetapi sebuah kode di mana beberapa orang memakai nama dia. Masuk akal juga karena setiap aktor James Bond memiliki watak yg sangat beda. Dari yg charming seperti di mainkan Sean Connery, dingin dan psikopat seperti Timothy Dalton atau yg suka bercanda seperti Roger Moore. Bahkan kebanyakan ending setiap aktor yg memainkan James cukup tragis untuk membuat James Bond pensiun. George Lazenby memainkan James Bond di mana istri Bond mati secara tragis, James Bondnya Timothy Dalton menjadi liar dan di pecat oleh MI6, James Bondnya Pierce Brosnan di tinggalkan oleh MI6. Lebih realistis dan masuk akal bukan?

tintascreenplay.com

4 alasan George Lucas dan Steven Spielberg merubah dunia perfilman menjadi lebih buruk

19 Feb
steven&george2

George Lucas & Steven Spielberg

 

Siapa tidak kenal George Lucas dan Steven Spielberg? Kedua sutradara ini telah merubah dunia perfilman dengan film-film mereka yg blockbuster dan sangat crowd pleasing. Mereka juga menginspirasikan banyak sekali generasi penonton dan pembuat film sehingga  merubah kebiasaan cara kita menonton dan cara industri film bekerja. Tetapi apakah perubahan yg mereka buat mempunyai efek positif untuk jangka panjang atau membawa Hollywood ke era yg lebih gelap? Walaupun saya penggemar film-film mereka, tetapi saya juga merasakan tidak semua perubahan yg mereka bawa mempunyai efek yg positif.

 

4. Mereka menciptakan kultur blockbuster

 Di awal tahun 70’an, Lucas dan Spielberg adalah dua orang sahabat/pelajar film yg baru kelar kuliah dan masih sangat hijau. Mereka memang pencinta film/pop culture uber geek sejati dari generasi baby boomer (lahir setelah perang dunia ke II, dimana terjadi pelonjakan tajam kelahiran bayi-bayi) di mana mereka tumbuh di era jaman keemasan Amerika di tahun 50’an. Inovasi dan optimisme di era itu membuahkan budaya televisi yg berkembang cepat di mana Spielberg dan Lucas tumbuh dengan acara-acara televisi yg mempunyai mass appeal (selera masa) yg kuat sehingga meninggalkan bekas yg kuat di benak mereka (satu keluarga menonton acara TV bareng-bareng dengan sangat entusias). Belum lagi kecintaan mereka terhadap buku komik, rock n roll, fast food dan film (dengan inovasi movie drive-in) membuat mereka sangat peka dengan selera budaya pop culture Amerika.

Mereka juga mencintai film-film dari Eropa/Jepang/art films sehingga mereka mempunyai pengetahuan komplit tentang beragam macam film. Perbedaan mereka dengan alumni teman-teman sutradara yg lain (Martin Scorsese, Francis Ford Coppola, Brian De Palma) adalah mereka suka membuat film yg mempunyai mass appeal sementara Scorsese, Coppola dan De Palma lebih suka membuat film-film yg lebih personal/edgy. Makanya ketika film Spielberg ‘Jaws’ muncul dan sukses berat di kalangan anak muda/remaja terjadi di era summer (musim panas) ketika sedang liburan sekolah, sehingga terjadi perkataan ‘summer blockbuster’.  Lucas membawa konsep itu dan memecahkan rekor ‘Jaws’ dengan membuat ‘Star Wars’ menjadi fenomena dunia. Sejak saat itu era blocbuster telah lahir.

Masalahnya adalah ketika Hollywood terkena momentum blockbuster hit, mereka menjadi ketagihan dan ini menjadi tanda kematian bagi pembuat-pembuat film seperti Scorsese dan Coppola yg membuat film dengan cerita lebih berani dan kompleks. Prioritas studio-studio di Hollywood sekarang sudah menjadi profit oriented di mana mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya lebih penting daripada membuat film yg berkualitas dan intelligent. Marketing dan hype menjadi priortias utama untuk promosi film, bahkan bujet promosi semakin tahun-semakin naik drastis karena studio mengeluarkan banyak uang untuk promosi ke semua media.  Tentunya film-film yg di promosikan musti mempunyai mass appeal yg kuat sehingga cerita yg unik dan berkualitas di korbankan supaya semua orang mengerti dengan cerita-cerita yg klise dan aman.

 

3. Mereka menciptakan kultur CGI/Special FX/Digital film

 Progres dan inovasi adalah hal yg mutlak dan pasti terjadi di industri film tetapi jika kualitas cerita di korbankan demi hal teknis akan membawa dampak negatif terhadap industri film sendiri. Berapa kali kita terbawa oleh hype karena film mepromosikan visual/special FX/CGI yg canggih tetapi setelah menonton filmnya seperti tidak ada meninggalkan kesan yg berarti malah kita terasa seperti di exploitasi karena di paksa menonton visual menarik selama dua jam tetapi cerita yg dangkal/klise/bahkan merendahkan penonton. Spesial FX/CGI musti di gunakan untuk mendukung cerita bukan sebaliknya, hal yg simple ini sering di abaikan pembuat film di era sekarang karena mayoritas pembuat film sudah terlalmpau jatuh cinta dengan hal teknis tetapi melupakan esensi cerita sehingga merugikan penonton.

Lucas bisa di bilang sebagai salah satu pencetus inovator CGI utama dengan perusahaan dia ILM (Industrial Light and Magic) dan era film-film CGI melonjak drastis di awal tahun 2000’an, di mulai dengan film Lucas sendiri ‘The Phantom Menace’, dan kita tahu sendiri dengan hasil film itu. Di kritik habis-habisan karena terlalu fokus dengan CGI tetapi tidak mempunyai fondasi cerita yg solid. Lucas sendiri mengakui bahwa menulis screenplay adalah hal yg paling dia tidak sukai karena dia lebih doyan dengan teknis visual. Intinya. Walaupun film itu di anggap film Star Wars terburuk tetapi masih menghasilkan box office hit sehingga menciptakan sebuah kultur di mana walaupun film mempunyai cerita jelek tetapi masih menghasilkan untung karena mempunyai visual yg menarik.

Belum lagi inovasi Lucas dengan menggunakan kamera digital yg merevolusi industri film dan media. Memang shooting dengan digital memudahkan proses teknis di mana tidak di perlukan proses pencucian film secara analog tetapi secara visual film masih lebih superior di bandingkan digital. Mayoritas director of photography di Hollywood masih lebih suka menggunakan film karena looknya jauh lebih natural dan variatif sementara digital lebih flat dan kaku. Pastinya teknologi digital akan selalu berkembang dan menyamai kualitas film cuman ironis sekali di masa depan yg cukup dekat, film akan punah tetapi kita masih menyebutnya sebagai ‘film’.

 

2. Mereka menciptakan Michael Bay (dan replikanya)

 Memang tidak secara langsung tetapi tidak di pungkiri lagi generasi-generasi sutradara Hollywood berikutnya sudah familiar dengan konsep blockbuster dan sudah di jadikan sebagai pedoman di hidup mereka. Untuk setiap sutradara unik seperti Christopher Nolan, David Fincher, Tim Burton, Peter Jackson dan Quentin Tarantino yg peduli dengan segala aspek di film dan mempunyai visi yg beda dan personal. Akan ada sepuluh Michael Bay dan bahkan replika Michael Bay lainnya yg hanya peduli dengan membuat film action/sensasi yg berkualitas junk food dan membuat sekuel atau remake yg tidak ada habisnya. Sehingga rasio film jelek/biasa/sampah akan selalu lebih banyak daripada film berkualitas.

 

1. Mereka telah menjadi bagian dari insitusi yg dulu mereka benci

steven&george

 Spielberg dan Lucas adalah orang-orang  yg sangat keras kepala dan mandiri. Ketika pertama kali mereka memulai karir sutradara, mereka sangat benci dengan institusi studio Hollywood yg terlalu mengatur film mereka. Mereka selalu bertempur mati-matian untuk mendapatkan kontrol untuk film-film mereka. Ketika, kesuksesan tercapai dan mereka telah menjadi bagian dari institusi itu sendiri apa yg terjadi? Yg pasti mereka ingin mempertahankan posisi mereka di status quo dan melanjutkan membuat film-film yg mempunyai mass appeal. Karir Spielberg mungkin lebih variatif dari Lucas karena dia lebih banyak membuat film dengan genre yg berbeda tetapi cangkupan Spielberg sebagai sutradara, produser film dan produser di beragam acara Televisi membuat dia sebagai salah satu orang berpengaruh di Hollywood dan menjadi bagian penting dari institusi yg dulu dia benci. Otomatis menjadikan dia sebagai pembisnis film yg ulung dan tahu cara mengexploitasi pasar demi keuntungan.

Sementar Lucas sendiri telah menjadi seorang Emperor seperti karakter di Star Wars dan dia juga mengakui itu:

“What I was trying to do was stay independent so that I could make the movies I wanted to make,” Lucas says in the 2004 documentary “Empire of Dreams.” “But now I’ve found myself being the head of a corporation … I have become the very thing that I was trying to avoid.”

Mungkin salah satu alasan kenapa Lucas menjual perusahaannya ke Disney karena dia sudah capek di rongrong terus oleh Hollywood untuk membuat sekuel-sekuel Star Wars berikutnya. Sementara Spielberg sendiri memutuskan untuk tidak membuat film action lagi karena sudah jenuh dan dia ingin membuat film-film biopic seperti’ Lincoln’:

 “I knew I could do the action in my sleep at this point in my career. In my life, the action doesn’t hold any – it doesn’t attract me anymore.”

Mereka mungkin sudah jenuh tetapi dampak dari tindakan mereka sudah mendarah daging di Hollywood.

Yg paling ironis juga adalah di tahun awal 70’an, studio-studio Hollywood terancam bangkrut karena tidak bisa mengikuti perkembangan jaman lagi karena di era itu sedang terjadi pergumulan perubahan sosial yg radikal di Amerika di mana gerakan perempuan yg ingin berstatus sama, gerakan anti pemerintah dan gerakan orang kulit hitam yg juga ingin kesamaan menilai Hollywood adalah institusi hiburan yg tidak berarti karena tidak bisa merefleksikan jaman yg berubah. Spielberg dan Lucas berhasil menyelamatkan Hollywood dan karena mereka Hollywood bertambah kuat dan berhasil mendominasi dunia.

tintascreenplay.com

%d bloggers like this: